kophiyogya

[Opini] Paris Agreement, Kenaikan Suhu, dan Sumber Energi Dunia

[Opini] Paris Agreement, Kenaikan Suhu, dan Sumber Energi Dunia Ditulis oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan KOPHI Yogyakarta periode 2015 – 2016 Akhir tahun lalu telah disepakati paris agreement pada COP21 oleh 195 perwakilan negara di dunia tentang lingkungan. Hal-hal penting yang dihasilkan dalam kesepakatan paris agreement adalah upaya menekan kenaikan suhu global dibawah 1,5 derjat celsius, mengurangi emisi gas rumah kaca, pembangunan keberlanjutan dan pemberantasan kemiskinan, dan pendanaan 100 milliar dolar AS per tahun untuk menekan perubahan iklim.. semoga ini…

0
Read More

[Opini] Garden City bagi Yogyakarta

  [OPINI] GARDEN CITY BAGI YOGYAKARTA oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan KOPHI Yogyakarta periode 2015 – 2016 Pada abad 20 terjadi gerakan reformasi perkotaan sebagai reaksi tumbuhnya kota – kota industri, kota dianggap gagal dengan makin buruknya kondisi kesehatan dan lingkungan. Kota didominasi oleh pekerja dengan kepadatan tinggi dengan kualitas sanitasi yang buruk.  Sejak saat itu Inggris mulai memberlakukan aturan secara ketat  tentang penggunaan tanah dan tinggi bangunan. Aturan inilah yang kemudian dianut dalam perijinan bangunan (IMB) di Indonesia. Tak…

0
Read More

[Opini] Peran Bank Dunia Dalam Masalah Lingkungan

  [OPINI] PERAN BANK DUNIA DALAM MASALAH LINGKUNGAN Emmy Yuniarti Rusadi Litbang Eksternal KOPHI Yogyakarta periode tahun 2012 emmy.yuniarti.rusadi@gmail.com Apa mau dikata, berbicara soal lingkungan, harus berbicara soal sistem pembangunan. Kebanyakan Negara berkembang mengandalkan biaya pembangunan pada lembaga internasional, yang akan kita sorot tajam adalah Bank Dunia (World Bank). Perbincangan kali ini terinspirasi dari buku“Menggadaikan Bumi: Bank Dunia, Pemiskinan Lingkungan, dan Krisis Pembangunan” karya Bruce Rich cetakan INFID 1999 yang sangat membuka pandangan tentang bagaimana suatu bangsa harus cerdas mengambil…

0
Read More

[Opini] Kebun Binatang: Sebuah Solusi atau Bentuk Destruksi?

  Kebun Binatang : Sebuah Solusi Atau Bentuk Destruksi? Ditulis oleh Maria Angelica Christy Aka Ketua Divisi Penelitian dan Pengembangan KOPHI DIY Di dalam tulisannya berjudul A Challenge to the Environmental Movement, Lewis (1990) mengatakan bahwa manusia adalah makhluk paling unik di seluruh semesta karena perilakunya yang tidak dapat ditebak. Oleh karena itu, manusia paling berpotensi untuk melahirkan suatu kebaruan atau novelty. Tulisan tersebut kemudian memandang bahwasanya manusia sebagai masing-masing individu harus dijaga eksistensinya karena siapa tahu dapat menjadi world-saving…

0
Read More