KOPHI YOGYAKARTA

Satu Tekad Yogya Lestari

Momen Launching KOPHI Yogyakarta di Balai Kota Yogyakarta tahun 2012

Di Yogyakarta, KOPHI terbentuk atas prakarsa dari pemuda pemudi yang menempuh pendidikan di Yogyakarta, baik yang memang berasal dari Yogyakarta maupun dari luar Yogyakarta. Kophi Yogyakarta berdiri 6 tahun yang lalu. Berawal dari keikutsertaan Gumilang bersama Ekamara (mewakili Yogyakarta) dalam Kongres Kophi di President University Jababeka. Gumilang menuturkan saat itu belum terpikirkan mengenai project apa yang akan dilakukan setelah kembali ke Yogyakarta. Dan saat itulah muncul inisiatif dari Ekamara yaitu mengangkat persoalan penambangan pasir liar yang ada di Kulon Progo. Akhirnya isu lingkungan itulah yang diangkat di kongres yang berlangsung selama 3 hari tersebut. Setelah kembali ke Yogyakarta pun, Gumilang mengakui belum memiliki keinginan untuk mencari partner atau pemuda pemudi lain yang satu tujuan untuk turut membantu pengaplikasian project.

Namun mengingat tanggung jawab besar yang dipikul, akhirnya Gumilang mencari partner saat mengikuti Tunza (konferensi lingkungan di Bandung). Disitulah Gumilang menemukan kader – kader potensial yang dianggap mampu bersama-sama mencapai tujuan. Beberapa nama tersebut antara lain Rida, Dito, dan Andri. Akhirnya bersama Ekamara dan 3 kader ini, Gumilang berkumpul membahas kapan Kophi Yogyakarta ini akan mulai bekerja. Dari pembicaraan intern tersebut, mereka memutuskan untuk melakukan Oprec (Open Recruitment) beberapa mahasiswa di Yogyakarta dan kemudian meresmikan di Balai Kota.

Dan Perjuangan Terus Berlanjut

periodesasi kepemimpinan kophi yogyakarta

Dalam kurun waktu berjalan KOPHI Yogyakarta selama 6 tahun telah terjadi 4 kali regenerasi kepemimpinan KOPHI Yogyakarta. Beberapa ketua umum KOPHI Yogyakarta antara lain : 

1. Satriyo Gumilang (Universitas Gadjah Mada) : 2011 – 2012
2. Rida Nurafiati (Universitas Gadjah Mada) : 2012 – 2013
3. Lalu Hendri Bagus (Institut Seni Indonesia) : 2013 – 2015
4. Gilang Ariya Pratama (Universittas Ahmad Dahlan) : 2015 – 2017
5. Septiadhi Wirawan (Universitas Ahmad Dahlan) : 2017 – 2019

Bersama dengan tim dan anggota KOPHI Yogyakarta pada masa tersebut, KOPHI Yogyakarta mampu memberikan peran dan kontribusi terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

KOPHI Yogyakarta Bergerak Selaras

KOPHI Yogyakarta periode kepengurusan 2017 – 2019 memiliki Tagline kepengurusan yaitu “Bergerak Selaras“. Makna dari Tagline ini adalah :

Bergerak memiliki makna bahwa pada tahun kepengurusan ini, KOPHI Yogyakarta memiliki tujuan yang lebih kuat untuk berkontribusi nyata untuk melakukan kegiatan secara aktif, nyata dan menginspirasi. KOPHI sebagai sebuah organisasi masyarakat berbadan hukum sudah harus mampu untuk bergerak keluar, memberikan kontribusi nyata yang mempu menginspirasi dan menggerakan pemuda di Yogyakarta untuk ikut melakukan kegiatan pelestarian lingkungan. 

Selaras memiliki makna bahwa KOPHI Yogyakarta baik secara organisasi maupun sebagai kumpulan dari individu diharapkan untuk mampu menyeimbangkan langkah agar terjadi harmoni. Keselarasan ini dapat dimaknai dalam lingkup individu, organisasi dan tataran aksi. Dalam lingkup individu, anggota KOPHI Yogyakarta didorong untuk mampu hidup selaras dengan alam, memberikan contoh teladan perilaku adaptasi dengan alam. Dalam lingkup organisasi, selaras dapat dimaknai menyeimbangkan langkah kerja antar satu divisi dengan divisi lain, saling gotong royong dan tolong menolong untuk mencapai tujuan bersama. Dalam tataran aksi, selaras direalisasikan dengan mewujudkan peran KOPHI Yogyakarta untuk memberikan kontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Karena KOPHI Yogyakarta menyadari bahwa untuk menjaga pelestarian lingkungan, aspek sosial masyarakat tidak akan bisa terlepaskan.