Sebagai sebuah bangsa, Indonesia di anugerahi kekayaan alam yang luar biasa banyaknya. Tak terkecuali kekayaan alam berupa hutan. Indonesia merupakan wilayah tropis yang di dalamnya banyak ditemukan hutan. Menurut data KLHK April 2018, luas hutan di Indonesia mencapai 125,9 juta Hektare (63,7 persen dari luas daratan Indonesia). Ini menunjukkan bahwa sebenarnya istilah paru-paru dunia yang disematkan ke Indonesia itu bukan hanya penghargaan kata-kata, namun benar adanya bahwa Indonesia adalah pemasok oksigen guna keberlangsungan  kehidupan dunia.

Selain itu, hutan di Indonesia juga menyimpan berbagai ragam flora dan fauna yang menakjubkan. Tercatat, Indonesia memiliki 2.827 jenis satwa non ikan, 848 diantaranya adalah endemik yang hanya ada di Indonesia. Tidak kalah dengan fauna, kekayaan flora di Indonesia juga teramat banyak. Hutan di Indonesia ditumbuhi 37.000 jenis tumbuhan tinggi, 14.800 sampai 18.500 merupakan tumbuhan endemik Indonesia. Suatu hal yang seharusnya membanggakan bagi bangsa kita.

Namun hari ini, kondisi hutan di Indonesia sedang tidak baik-baik saja, paru-paru dunia sedang sakit. Berbagai persoalan seperti penebangan liar, alih fungsi hutan, pembakaran hutan dan lain sebagainya adalah ancaman nyata terhadap keberadaan hutan dan keragaman yang ada di dalamnya. Jika hal ini terus di biarkan, tentu bahaya bencana seperti banjir, tanah longsor, pemanasan global, kepunahan satwa, hingga bencana asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan akan mengintai kita.

Lantas, pelestarian hutan sebenarnya tanggung jawab siapa ? Seharusnya, pemerintah dan masyarakat senantiasa bersinergi untuk menjaga kelestarian hutan. Hal ini dapat tercapai jika masyarakat sadar akan fungsi hutan dan pemerintah menerapkan regulasi yang jelas akan penindakan kejahatan perambahan hutan yang dapat merugikan hutan itu sendiri. Sejauh ini langkah pemerintah dalam memberlakukan moratorium hutan alam primer dan lahan gambut melalui penerbitan Inpres Penundaan Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut, kemudian Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Pengelolaan Hutan Lestari, Perhutanan Sosial, serta Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) merupakan langkah yang patut di apresiasi. Setidaknya hal tersebut menandakan adanya keseriusan dari pihak pemerintah dalam menjaga hutan serta menekan angka deforestasi, dan kerusakan hutan  di Indonesia.

Lalu apa yang bisa di lakukan oleh masyarakat ? Sederhananya, masyarakat harus mempunyai kesadaran bahwasanya pelestarian hutan adalah hal yang mutlak di lakukan agar dapat di wariskan kepada generasi penerus. Terutama masyarakat yang tinggal di sekitran hutan, yang seringkali menggantungkan hidupnya pada sektor kehutanan. Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan hasil hutan dengan baik dan bijak agar terciptanya sumber daya hutan yang berkelanjutan dan berkesinambungan untuk masa depan.Upaya pelestarian seperti reboisasi, dapat di lakukan untuk menghijaukan kembali hutan yang telah  rusak. Melakukan sistem tebang pilih juga merupakan langkah yang efektif agar masyarakat tidak lagi menebang pohon secara besar-besaran. Selain itu menerapkan hal-hal semacam tebang-tanam, melakukan penebangan secara konservatif (hanya menebang pohon yang sudah tidak produktif) juga dapat di lakukan untuk menjaga kelestarian hutan.

Dengan menanamkan kesadaran akan pentingnya hutan , diharapkan paru-paru dunia yang sedang sakit ini akan segera pulih kembali. Kerjasama pemerintah dan masyarakat merupakan salah satu kunci untuk memulihkan kondisi hutan Indonesia. Oleh karena itu, agar terciptanya hutan yang hijau, indah, dan dapat lagi di katakan sebagai paru-paru dunia, marilah kita bersama-sama menghadirkan rasa peduli terhadap kelestarian hutan. Untuk mempertegas tulisan ini, kelestarian hutan adalah tanggungjawab kita bersama mulai saat ini dan seterusnya. Mari mulai peduli akan hutan ! Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang kapa lagi ?

 

Dhany Bagas Pradika

 

Sumber :

https://www.pemburuombak.com/berita/nasional/item/1755-seluruh-rakyat-indonesia-harus-sadar-akan-potensi-sumber-daya-hutan-indonesia